Sebuah ruang publik tidak hanya dapat dinilai dari indra penglihatan saja tetapi juga oleh indra yang lainnya. Salah satunya kenyamanan akustik.Tingginya intensitas pergerakan aktivitas manusia di area semi-luar ruangan, area parkir dan jalan raya utama di sekitarnya dapat mempengaruhi kenyamanan psikologis wisatawan.
Arsitektur yang berkelanjutan harus mampu menyelaraskan keindahan visual dengan ketenangan auditori yang optimal. Dengan mengelola tingkat kebisingan, sebuah destinasi tidak hanya sukses menjadi tempat yang indah di media sosial, tetapi juga menjelma menjadi ruang publik yang sehat, aman, dan nyaman bagi fisik maupun mental setiap pengunjung yang datang.

Kebisingan secara arsitektural merupakan aspek yang berfokus pada pengelolaan bunyi pada ruang. Upaya ini dilakukan untuk menciptakan kondisi lingkungan yang ideal bagi pendengarnya dan melindungi pengguna dari kebisingan atau getaran suara yang berlebih.
Kenyamanan akustik merupakan aspek penting dalam pendekatan arsitektur, kebisingan bisa berupa suara yang sering dianggap mengganggu. Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 5 Tahun 2018 tentang K3 Lingkungan Kerja, standar tingkat kebisingan suatu area ditetapkan sebesar 55 dB (desibel)..

D’Castello terletak di sisi jalan utama Ciater, sehingga kebisingan sumber kebisingan paling besar berasal dari aktivitas lalu lalang kendaraan di setiap harinya. Semakin banyak jumlah kendaraan yang melalui jalan raya Ciater, maka akan semakin besar juga tingkat kebisingan yang ditimbulkan.
Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan simulasi untuk mengukur tingkat kebisingan menggunakan software Autodesk Forma Site Design dan noisetools. Analisis dampak yang ditimbulkan kepada masyarakat sekitar dan melakukan beberapa solusi untuk mengatasi permasalahan ini satu satunya dengan menggunakan tanaman sebagai peredam suara.

Hasil simulasi dari noisetools menunjukkan penurunan nilai desibel hingga menghasilkan rata-rata 34,5 dBA. Indikasi warna merah merupakan sumber kebisingan yang berasal dari jalan utama. Dari warna hingga hijau menunjukkan tingkat kebisingan tingkat kebisingan semakin rendah.
Hasil simulasi dari Autodesk dan Noisetools menunjukan hasil yang sama dengan kondisi di lapangan. Indikator warna merah berasal dari jalan raya Ciater yang menjadi sumber kebisingan utama dan warna tersebut. Kawasanya D’Castello mampu meredamkan kebisingan pada tiap bangunan yang berada di kawasan melalui tata letak tapak dan orientasi banguann. Keberadaan vegetasi dan Ruang Terbuka Hijau dapat berfungsi sebagai peredam suara dan memantulkan suara kembali ke sumber suara, sehingga dapat menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pengguna.